
Program yang dipaparkan dalam acara Rapat Koordinasi Pemetaan Program Pemberdayaan Masyarakat yang dilaksanakan pada hari Rabu, (8/5) silam di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, yang dihadiri oleh BBPOM Aceh. BNNP Aceh jalin sinergitas sebagai tindak lanjut keseriusan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dari makanan.
BNNP Aceh ingin melakukan pengujian, apakah penggunaan ganja pada makanan merupakan fakta atau hanya mitos yang berkembang dengan besar di daerah aceh. Dalam audiensi ini BBPOM Aceh menyambut baik program ini.
Hingga saat ini BBPOM Aceh sedang mengembangkan alat yang akan digunakan untuk mendeteksi kandungan ganja pada makanan.
Tindak lanjut ini bertujuan untuk memberi pemahaman pada masyarakat bahwa penggunaan narkoba tanpa hak dan melawan hukum dapat dipidana sesuai Undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009. Program ini diharapkan juga kepada masyarakat agar lebih peka terhadap narkoba yang bisa menyasar ke berbagai usia dan media. Memperkuat daya tahan diri dengan literasi dapat mencegah penyebaran narkoba dimulai dari diri sendiri.
Selain itu program ini juga ditujukan untuk menghilangkan stigma negatif aceh dengan ganja, agar terciptanya wisata kuliner aceh yang aman dan halal, sehingga wisatawan yang datang ke aceh juga bisa lebih aman dalam traveling.
Mengingat dalam waktu dekat aceh akan menjadi tuan rumah PON XXI, program ini juga diharapkan memberikan lingkungan yang aman dan nyaman untuk para atlet yang bertanding.

