
Hadir sebagai Narsum Direktur Dayatif Andjar Dewanto, SH, MBA, Asisten III Pemkab Bireuen Dailamy, S.Hut, Sekretaris Bappeda Zailani, MSM, Kabid TP Distanbun Bireuen Cut Meutia. Kegiatan ini dipandu moderator Kasi Dayamas BNNP Aceh Suharmansyah, S.Sos. yang berlangsung di Aula Setdakab Lama Kab. Bireuen. Rabu, 5 Agustus 2020.
Direktur Dayatif BNN RI Andjar Dewanto menyampaikan, target program GDAD di Bireuen adalah agropolitan. Dimana selain tersedia lahan lahan dengan hasil pertanian produktif juga tersedia sarana pemasaran dan usaha.

Saat ini GDAD sudah berjalan empat tahun di Aceh dan terus akan mendapat dukungan hingga tahun 2025.
“Untuk itu diharapkan kepada seluruh stakeholder terkait agar dapat mempersiapkan dan melaksanakannya dengan baik” jelasnya.
Lebih lanjut Anjar menjelaskan, Untuk lokasi pilot Projet di Bireuen kini telah bertambah tiga lokasi selain gampong Meunasah Bungoh, ada Balee Dakka, Blang Samagadeng, serta beberapa kampung di pesisir.

Sementara Staf Ahli Bupati Irvan Mustafa menyampaikan, Pemkab Bireuen terus mendukung program BNN dan pemerintah pusat dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.
“Dukungan mulai dari kebijakan, anggaran dan kerjasama dengan berbagai stakeholder” sebutIrvan.
Adapun Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan kali ini, meliputi:
1. BNN dan Bappenas akan melakukan pendekatan yg sama dalam inpres 2 tahun 2020 khususnya ran penguatan GDAD Aceh yang dilaksanakan oleh K/L, pemprov aceh, pemkab dan dunia usaha.
2. Program GDAD 2019 dengan tanaman jagung 11.017 Ha perlu adanya tindak lanjut terkait perkembangan nya melalui pendampingan dan monev dari petugas supaya tercipta kemandirian di masyarakat.

3. Penanganan narkoba di Kab. Bireuen tidak hanya menjadi tanggung jawab BNN melainkan peran pemda dalam menggerakkan OPD dari level Kabupaten hingga desa, peran Forkompimda juga TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Humas BNN Provinsi Aceh
