Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini



Senin, 4 Mei 2020

SATGAS COVID-19 BNNP Aceh Gelar Pemeriksaan Kesehatan

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si pimpin Apel Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan di Halaman Kantor BNNP Aceh. Senin 4 Mei 2020. Pada Apel kali ini di hadiri oleh Para Pejabat Utama BNNP Aceh, para Kasubbag dan Kasi, serta Seluruh Staf BNNP Aceh. Pada Apel tersebut Kepala BNNP Aceh menyampaikan kondisi Pandemi Covid-19 selama ini harus kita hadapi, namun Protokol Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 harus tetap kita laksanakan. "Misalnya : Pakai Masker, Cuci Tangan, Jaga Jarak, Jangan Suka Sentuh Wajah (mata, Hidung dan Mulut), Jangan Suka Keluar Rumah (StayAtHome), Olah Raga, dan Banyak Berdo'a". Imbuh Brigjen Pol. Heru. Selain itu, Heru juga menjelaskan, walaupun dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini, namun tugas-tugas P4GN harus dilaksanakan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, melalui Work From Home (WFH) dan beberapa yang bertugas di Kantor (Piket). Setelah Apel, dilakukan Pemeriksaan Kesehatan yang dilaksanakan oleh Tim Satgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 kepada 105 orang terdiri dari Kepala BNNP Aceh, Kabag Umum, Para Kepala Bidang dan seluruh staf BNNP Aceh. Pemeriksaan Kesehatan ini diawali oleh kepada Kepala BNNP Aceh. Pelaksanaan ini diawali dengan Mencuci Tangan, Kemudian dilanjutkan dengan masuk ke Bilik Sterilisasi, Kemudian dilakukan Pemeriksaan Suhu Tubuh, Pemeriksaan Tekanan Darah, Nadi dan Konsultasi Kesehatan terkait upaya Pencegahan Covid-19 bagi Pejabat dan Staf BNNP Aceh. Kasatgas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 BNNP Aceh Sayuti, M.Kes menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan dalah satu upaya Pencegahan dari Penyebaran COVID-19 di lingkungan BNNP Aceh khususnya dan di wilayah Kota Banda Aceh pada umumnya. Sayuti melanjutkan, dari pemeriksaan yang dilakukan tidak ada yang terindikasi dalam klasifikasi Protap Covid-19. "Alhamdulillah, hasil dari pemeriksaan hari ini Tidak ada yang Terindikasi dalam Klasifikasi Protap COVID-19" jelas Sayuti.  #stopnarkoba #humasbnnpaceh #acehbersinar #covid-19 #lawancovid-19


Kamis, 23 April 2020

Cegah Corona, BNN Aceh Sumbang Masker Gratis Ke Unmuha

Sebagai bentuk dukungan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di lingkungan kampus, Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh menyumbangkan sejumlah masker kepada Universitas Muhammadiyah Aceh. Masker ini diserahkan oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Suharmansyah, S.Sos kepada Wakil Rektor I Unmuha Dr. Fadhulullah, MS di Ruang Rektor Unmuha. (Banda Aceh, 22/4/2020). Dalam penyerahan tersebut Kasie Dayamas Suharmansyah, S.Sos didampingi Penyuluh BNNP Aceh Efrar Khalid Hanas, S.Psi disambut Langsung Oleh Wakil Rektor 1 Dr. FADLHLULLAH, SH.,MS di gedung Universitas Muhammadiyah Aceh.  Dikesempatan tersebut wakil rektor 1 menyambut baik dan berterima kasih kepada BNNP Aceh yang telah memberikan masker gratis untuk civitas akademika di lingkungan UNMUHA. Serta, Wakil Rektor I mengucapkan terima kasih atas dukungan BNN Aceh terhadap upaya  Unmuha dalam menghadapi pandemi ini. Bantuan masker seperti ini, menurut WR I sangatlah berarti untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Ia juga menambahkan UNMUHA sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Aceh terus membantu dan mendukung program pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19 di Aceh.  Sejauh ini UNMUHA dan BNN Aceh telah menjalin kerja sama. Khususnya dalam upaya mensosialisasikan bahaya narkoba di kalangan mahasiswa. BNN Aceh menilai, perguruan tinggi termasuk Unmuha memiliki peranan yang penting dalam mengedukasi masyarakat. Oleh karena itu, BNN telah menggencarkan gerakan memakai masker bersama di beberapa kota, sehingga semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahayanya virus ini. “Pandemi ini juga menguji rasa kepedulian kita bersama. Maka kita berharap, dukungan seperti ini bisa saling menguatkan semangat kita dalam menghadapi wabah ini,” ucapnya. Arman juga mengajak UNMUHA untuk bersama menyerukan kepada masyarakat untuk memakai masker, lebih lanjut terkait upaya P4GN kasie Dayamas menyampaikan agar dalam setiap penerimaan mahasiswa baru nantinya pihak kampus dan BNNP Aceh berkerjasama melakukan upaya pencegahan dan diteksi dini dengan harapan unmuha menjadi kampus yang bersih narkoba. Turut hadir dalam penyerahan masker ini Penyuluh BNN Aceh Efrar Khalid Hanas, S.Psi, ZIkrillah, SE Kabag PRT.


Rabu, 22 April 2020

Kepala BNNP Aceh Bagi Masker Kepada Satgas Covid-19 di Kantor Satpol PP

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si yang didampingi Kabid P2M BNNP Aceh Masduki, SH, membagi Masker Gratis kepada Petugas Gabungan Satgas Covid-19 di Kantor Satpol PP Provinsi Aceh. Pembagian masker tersebut dilakukan secara simbolis kepada masing-masing petugas yang mewakili instansi masing-masing. Baru kemudian petugas BNNP Aceh membagikan masker kesemua Petugas Gabungan.Pembagian Masker Gratis tersebut dilakukan pada Kegiatan Apel Pagi petugas Gabungan Satgas Covid-19 yang berlangsung di halaman kantor Satpol PP Provinsi Aceh. Masker gratis yang diberikan sebanyak 300 pcs. Rabu 22 April 2020.Brigjen Pol Heru Pranoto saat menjadi pembina apel gabungan manyampaikan, kegiatan penanggulangan dan pencegahan Covid-19 yang dilakukan merupakan Ibadah, dan sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat, Bangsa dan Negara.BNNP Aceh pada hari ini membagi masker secara gratis, kepada semua petugas yang hadir di apel pagi ini, hal ini sebagai wujud kepedulian BNNP Aceh, dan sebagai respon atas Pendemi COVID-19 ini.Heru melanjutkan, Memakai Masker merupakan Upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, serta upaya penanggulangan dan pencegahan Covid-19. Untuk itu saya mengajak kita semua untuk terus memakai masker saat menjalankan tugas dan selama diluar rumah, serta menggelorakan memakai masker kepada seluruh masyarakat kita.Dihadapan Petugas Gabungan yang terdiri dari TNI Polri, Satpol PP dan lainnya, Jenderal Bintang Satu ini menegaskan Pandemi Permasalahan Covid-19 yang saat ini terjadi akan sangat sulit untuk di tangani apabila kita tidak bergerak bersama sama untuk menghadapinya.Kami dari BNNP Aceh akan terus bebuat untuk menaruh peduli, berbuat yang terbaik dalam upaya penanggulangan dan pencegahan COVID-19 di Aceh. “Karena kita mengetahui keadaan Pendemi COVID-19 ini harus kita hadapi dan kita cegah Bersama-sama” jelas Heru.  #stopnarkoba #humasbnnpaceh


Selasa, 21 April 2020

Kepala BNNP Aceh Memberi Masker Gratis Kepada Rektor Unsyiah Untuk didistribusikan ke Masyarakat Kampus Unsyiah

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Drs Heru Pranoto, M.Si melakukan kunjungan silaturahmi ke Rektorat Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) Banda Aceh. Dalam kunjungan tersebut Kepala BNNP Aceh didampingi oleh Kabid P2M, Kabid Rehabilitasi dan Kabid Pemberantasan BNNP Aceh. Yang berlangsung di Ruang Kerja Rektor Universitas Syiah Kuala. Selasa, 21 April 2020. Rektor Unsyiah Prof. DR. Samsul Rizal, M.Eng menyambut langsung kehadiran Kepala BNNP Aceh dan rombongan diruang kerja nya. Dikesempatan tersebut Samsul Rizal mengatakan menyambut Baik dan berterimakasih kepada BNNP Aceh dengan diberikan Masker Gratis untuk masyarakat lingkungan Kampus Unsyiah. “Kita Ucapkan terimakasih kepada BNNP Aceh atas kepeduliannya terhadap situasi Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini” imbuh Samsul Rizal saat menerima masker gratis secara simbolis yang diserahkan oleh Kepala BNNP Aceh.  Ia juga menjelaskan bahwa, selama ini pihaknya dengan BNNP Aceh sudah melakukan banyak kegiatan Bersama sebagai wujud komitmen Unsyiah terhadap upaya P4GN di ligkungan Kampus dan Aceh secara umum. “Kita sudah kerja sama dengan BNNP Aceh sudah lama” imbuhnya.Samsul melanjutkan, Universitas Syiah Kuala juga sering melakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba, terutama bagi mahasiswa baru. “Yang mana setiap kali tahunnya kita undang Ka BNNP Aceh, untuk menjadi narasumber” jelasnya.Terkait situasi Pandemi Covid-19 saat ini, Samsul Rizal mengatakan akan terus melakukan yang terbaik untuk mendukung pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid 19.Sementara Ka BNNP Aceh Brigjen Pol Drs Heru Pranoto, M.Si dalam silaturahmi tersebut mengatakan Kami dari BNNP Aceh akan terus bebuat untuk menaruh peduli, berbuat yang terbaik dalam upaya penanggulangan dan pencegahan COVID-19 di Aceh. “Karena kita mengetahui keadaan Pendemi COVID-19 ini harus kita hadapi dan kita cegah Bersama-sama” jelas Heru.Heru mengajak kepada Rektorat Unsyiah untuk Bersama menggelorakan gerakan memakai masker, dimana harapan nya para pemuda dan masyarakat kita jadi gemar memakai masker. Lebih lanjut, terkait upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kepala BNNP Aceh menyampaikan, ada banyak program BNN saat ini terkait upaya P4GN. Salah satu yang menjadi program BNNP Aceh kedepan adalah Kita ingin menggelorakan anak anak milenial untuk menjadi penggiat atau relawan anti narkoba di Kampus Kampus, Sekolah dan dilingkungan tempat tinggal mereka.“Generasi Milenial ini adalah target dari para bandar narkoba, untuk diajak menjadi penyalahguna atau terlibat dalam peredaran gelap narkoba” imbuh Jenderal Polisi Bintang Satu ini.Kepala BNNP Aceh juga mengajak pihak Rektorat Unsyiah dalam hal ini Rektor Unsyiah agar kedepan nya dapat bersama sama (BNNP Aceh) melakukan kegiatan kegiatan yang sifatnya mengkampanyekan Anti Narkoba.[video width="640" height="352" mp4="https://aceh.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/32/2020/04/WhatsApp_Video_2020-04-24_at_14.36.16.mp4"][/video]Pada pertemuan silaturahmi tersebut, dilakukan juga penyerahan Masker Gratis yang berlogokan GEMAS (Gerakan Memakai Masker Gratis) secara simbolis. Adapun total masker yang disumbangkan BNNP Aceh sebanyak 500 pcs. Dimana nantinya pihak rektorat akan meneruskan masker gratis tersebut ke masyarakat lingkungan kampus khususnya.#stopnarkoba #acehbersinar #humasbnnpaceh


Selasa, 4 Februari 2020

Pesan Dir. Pascarehabilitasi BNN RI setelah Video Conference dengan BNNP Aceh dan BNNK Jajaran.

Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan layanan pascarehabilitasi melalui Agen Pemulihan (AP) tahun 2020, Direktur Pascarehabilitasi BNN RI Brigjen Pol. dr. Budiono, Mars, pada hari senin 03 februari 2020 melakukan video conference dengan para Kabid Rehabilitasi dan Kasi Rehabilitasi BNNK yang mempunyai target layanan pascarehabilitasi.Pada kesempatan tersebut Direktur pascarehabilitasi BNN RI menyampaikan materi terkait pelaksananaan AP. Setelah penyampaian materi Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh Sayuti, M.Kes, yang di wakili oleh Kasi Pascarehabilitasi BNNP Aceh Saiful, S.Pd dan Kasi PLR BNNP Aceh dr. Deni.Pada kesempatan tersebut, Saiful melaporkan kepada Direktur pascarehabilitasi BNN RI terkait kegiatan pascarehabilitasi yang sudah dilaksanakan, sedang dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan serta kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan AP.Setelah penyampaian laporan oleh Kasi Pascarehabilitasi di lanjutkan oleh Kasi Rehabilitasi BNNK Langsa, Kasi BNNK Bireun dan di akhiri oleh kasi BNNK Pidie Jaya.Merespon laporan yang telah disampaikan oleh BNNP Aceh dan Jajaran BNNK di Provinsi Aceh, Direktur Pascarehabilitasi BNN RI Brigjen Pol. dr. Budiono, Mars, meng-apresiasi akan informasi yang telah disampaikan. Dir berpesan agar BNNP Aceh dan BNNK Jajaran terhadap daerah yang ada Agen Pemuihan (AP) dan IBM segera dilakukan pembekalan."Segera dikukan pembekalan jangan sampai terlalu lama sehingga akhirnya target kita akhirnya lolos" imbuhnya.Kemudian dikesempatan tersebut secara khusus Direktur Pascarehabilitasi secara khusus meng-apresiasi atas terobosan yang telah dilakukan oleh BNN Kota Langsa."Terimakasih BNNK Langsa bisa melakukan suatu inovasi atau bisa melakukan kemitraan atau bantuan dari Pemda nya sehingga mendapatkan bantuan anggaran sebesar 40 juta sehingga sampai mampu mencetak buku-buku, leaflet bahkan membelikan seragam untuk AP sebagai kebanggaan, silahkan saja itu bagus dan ini juga dapat dijadikan contoh bagi BNNP dan BNNK di seluruh Indonesia" jelasnya.[video width="640" height="352" mp4="https://aceh.bnn.go.id/wp-content/uploads/sites/32/2020/02/WhatsApp-Video-2020-02-03-at-11.59.19.mp4"][/video]Yang disambut tepuk tangan oleh seluruh peserta VidCon dari seluruh peserta baik dari BNNP ACeh, BNN Pusat dan BNNP dan BNNK dari daerah lainnya di Indonesia.Humas BNNP Aceh. 



Sabtu, 1 Februari 2020

Ganja itu Haram

Oleh : H.Hasanuddin, M.Ed (Tu Sudan / Alumni Timur Tengah) | 1 Februari 2020Bismillahirrahmanirrahim. Mengkonsumsi dan memanfaatkan Ganja hukumnya adalah haram. Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya, Fathul Bari, mengatakan, “Hukumnya haram berdasarkan hadits Nabi SAW yang berbunyi: ‘Setiap yang memabukkan hukumnya haram.'Dan haram jual beli, yang dilakukan dengan cara yang buruk, mendatangkan madharat (bahaya) bagi orang lain, serta mengambil harta seseorang dengan cara yang bathil. Seperti menjual sesuatu yang terlarang dalam agama. Rasulullah Saw telah melarang menjual bangkai, khamr, babi, dan patung.Keuntungan yang didapatkan oleh setiap pihak yang ikut berbisnis dan melakukan transaksi, semuanya adalah harta yang haram.Termasuk dalam masalah ini, bahkan lebih berat lagi hukumnya, yaitu menjual narkoba yaitu ganja. Apalagi menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor itu juga dinilai bertentangan dg nilai-nilai agama Islam, aspek hukum, fisik, psikologis, sosial, serta aspek keamanan dan ketertiban masyarakat.Jadi Segala sesuatu yang membahayakan manusia adalah haram.Polemik tentang ganja ini berawal dari salah satu anggota DPR-RI Fraksi PKS yang berasal dari Aceh Rafly tentang isu menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor agar dapat menambah pendapatan daerah khususnya Aceh.Penolakan terhadap isu ini langsung dijawab oleh Kepala BNN RI Heru Winarko ketika menjawab pertanyaan wartawan mengenai isu ini, Heru mengatakan untuk mengatasi persoalan ganja, BNN mengedepankan langkah pencegahan dan pemberantasan.“Langkah kami di sumber ganja, adalah melakukan pencegahan, misalnya dengan replanting lahan ganja dengan jagung dan kopi di atas lahan seluas dua belas ribu hektar,”Langkah kedua yang dilakukan BNN adalah upaya pemberantasan yaitu dengan cara memusnahkan lahan ganja. Kepala BNN menyebutkan, sekitar 130 ton ganja telah dimusnahkan pada tahun 2019 lalu.Bukan tanpa alasan BNN melarang ganja, Kepala BNN RI menjelaskan bahwa zat yang dikandung dalam ganja bisa mengurangi oksigen di otak sehingga bisa membuat orang menjadi bodoh.Kita harus mengantisipasi bonus demografi Indonesia di tahun 2030 dengan melindungi dan menyelamatkan generasi muda kita agar sehat dan terhindar dari bahaya narkoba.“Sekali lagi, tugas kami adalah memberantas dan mencegah untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika,” tegas Kepala BNN.Melegalkan sesuatu yang sudah dilarang di dalam Agama dan Undang-undang mungkin sesuatu yang boleh dikatakan sebaiknya tidak terjadi, dikarenakan kemudharatan dan efek yang akan timbul di kemudian hari pasti semakin memburuk, apalagi polemik ini terjadi khususnya di Provinsi di Indonesia yang menganut sistem Syariat Islam.Wassalam.


Senin, 17 Februari 2020

PPSDM BNN Gelar Penyusunan Kurikulum dan Bahan Ajar Nilai-Nilai BNN RI

Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (PPSDM) BNN menggelar kegiatan Workshop Penyusunan Kurikulum dan Bahan Ajar Induction Training dan Internalisasi Nilai-Nilai BNN RI selama 5 hari, dimulai tanggal 17 s/d 21 Februari 2020, yang berlangsung di PPSDM BNN, Lido Bogor, Jawa Barat.Kegiatan ini dibuka oleh Sestama BNN yang diwakili oleh Kepala PPSDM BNN Sindhu Setiatmoko yang didampingi oleh WI Utama BNN DR. dr. Diah Setia Utami, yang dalam sambutannya Sindhu mengatakan, dengan berkumpul kembali, bersilaturahmi kembali Master Trainer dan TOF Internalisasi Nilai-nilai BNNRI, dalam rangka melakukan kegiatan penyusunan Kurikulum dan Bahan Ajar Induction Training serta Kurikulum dan Bahan Ajar Internalisasi Nilai-Nilai BNN RI."Dalam Workshop ini Kita sepakat bahwa apa yg sedang kita bangun ini apakah Master Trainer, Fasilitator atau Induction Training, salah satu tujuannya adalah untuk membangun pola pikir dan budaya kerja bagi pegawai (insan BNN) di lingkungan Badan Narkotika Nasional yang sesuai dengan nilai-nilai BNN RI", imbuh Sindhu.Workshop ini juga di ikuti oleh para Master Trainer BNN serta perwakilan dari 3 Wilayah yakni Barat, Tengah dan Timur Indonesia salah satu Peserta nya ialah Kepala BNNP Sulut Drs. Utomo, yang mana, pada kesempatan ini, BNNP Aceh juga diundang dan diminta untuk mengutus satu peserta Penyusunan Kurikulum dan Bahan Ajar Nilai-Nilai BNN RI, yang tertera dalam surat tugas yang ditandatangani oleh Sestama BNN RI Adhi Prawoto.Adapun Staf BNNP Aceh tersebut adalah Khairul Fuad, SKM yang juga Humas dan Protokol BNNP Aceh, dimana sebelumnya sudah mengikuti Training of Fasilitator (TOF) Internalisasi Nilai-Nilai BNN RI di PPSDM BNN Lido Bogor Desember tahun lalu.Laporan Khairul Fuad, SKM Dari Lido Bogor.#stopnarkoba #humasbnnpaceh 


Rabu, 13 Maret 2019

BNNP Aceh, Narasumber Pada Pelatihan Praoperasi Antik Rencong- 2019

Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh (BNNP) Aceh, melalui Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh Sayuti, M.Kes yang didampingi Kasi PLR dr. Denny menjadi narasumber pada kegiatan Pelatihan Praoperasi Antik Rencong- 2019.Kegiatan pelatihan tersebut di selenggarakan oleh Dirresnarkoba Polda Aceh yang berlangsung di Aula Machdum Sakti Lantai III Mapolda Aceh, Selasa 12 Maret 2019.Dimana yang menjadi peserta pada kegiatan ini adalah Kasatres Narkoba dan Personil Resnarkoba dari Polres jajaran Polda Aceh yang berjumlah 60 orang.Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, MH melalui Kabid Rehabilitasi BNNP Aceh Sayuti, M.Kes dalam materinya menjelaskan terkait proses rehabilitasi baik rawat jalan maupun rawat inap bagi penyalahguna narkoba."Rehabilitasi penyalahguna narkoba disesuaikan dengan tingkat penyalahgunaannya atau tingkat kecanduannya" imbuhnya.Dikesempatan tersebut, Sayuti juga mengajak kepada peserta pelatihan, untuk mengajak kepada masyarakat yang sudah terlanjur menjadi penyalahguna narkoba untuk direhabilitasi, hal tersebut menurutnya untuk mencegah yang bersangkutan (penyalahguna) tidak menjadi lebih berat dan dapat pulih."Hal tersebut untuk mencegah agar si penyalahguna tadi tidak menjadi lebih berat kecanduannya dan bisa pulih" ungkap Sayuti.Sementara, Kasi Penguatan Lembaga Rehabilitasi (PLR) BNNP Aceh pada sesi diskusi menjelaskan terkait pertanyaan peserta mengenai upaya rehabilitasi apa dan bagaimana.Deny menjelaskan, Rehabilitasi adalah sebuah proses pemulihan dari kecanduan dan perbaikan kembali perilaku si Pecandu."Layaknya sebuah Komputer, yang sudah terkena virus, virusnya kita hapus, kemudian komputernya kita program ulang" jelas dr. Deny.dr. Deny menambahkan demikian pula dengan manusia dimana, "Ibarat manusia di pulihkan dan program ulang, sehingga hidupnya kembali menjadi lebih baik dan layaknya orang produktif" imbuh dr. Deny.#stopnatkoba Humas BNNP Aceh


Terkini


Rabu, 5 Februari 2020

Dr H Zulkarnain MA: Mau Dikemas Seperti Apapun Ganja Tetap Haram

Selasa, 4 Februari 2020 16:53Dikutip dari SERAMBINEWS.COMSERAMBINEWS.COM, LANGSA - Dosen Hukum Keluarga Islam di Asia Tenggara dan Dosen Qanun, Syari'ah di Dunia Islam Pascasarjana IAIN Langsa Dr H Zulkarnain MA, menegaskan bahwa haram mengekspor ganja, dan tidak ada suatu hal atau alasan untuk pembenarannya.Hal itu disampaikan Dosen Hadist Ahkam ini menyikapi isu ekspor ganja sepekan terakhir ini yang dilontarkan ke publik oleh anggota DPR asal Aceh Rafli.Menurut Dr H Zulkarnain MA, haramnya ganja adalah haram 'ainnya atau haram pada zatnya. Sehingga mau dikemas seperti apapun ganja itu tetap haram.Mau disuling dijadikan minyak ganja tetap haram, mau dibuat dalam bentuk ekstrak juga haram.Sesuai hadits Nabi Muhammad saw riwayat jama'ah dari Abdullah Ibnu Umar: Kullu muskirin khamrun wa kullu muskirin haraamun (semua yang memabukkan adalah khamar dan semua yang memabukkan adalah haram), maka ganja adalah haram karena termasuk jenis khamar yang memabukkan.Selain itu, dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah dari sahabat Ubadah bin Shamit, Nabi Saw bersabda: "Sungguh bakal ada segolongan dari umatku yang menghalalkan khamar dengan nama lain yang mereka menggunakannya.""Nah, upaya tipu daya untuk menghalalkan khamar seperti ganja yang haram secara syar'i ini sudah diprediksi oleh Nabi SAW sejak lebih dari 1.400 tahun yang silam," sebutnya.Oleh karenanya, sambung mantan Ketua MPU Kota Langsa ini, umat Islam dan masyarakat Aceh pada umumnya jangan terperdaya oleh berbagai tawaran untuk menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor, yang seolah-olah menjanjikan keuntungan finansial yang luar biasa.Yang penting untuk diingat bahwa jual beli khamar (ganja), telah diharamkan oleh Nabi SAW dalam hadits riwayat Imam Al Bukhari dari Aisyah istri Nabi Saw dimana Nabi Saw bersabda: "Hurrimat Al Tijaratu fi al khamri" artinya telah diharamkan perdagangan khamar.(ganja)," sebutnya.Dr H Zulkarnin MA yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Langsa ini menerangkan lagi, di dalam hadits yang lain, riwayat Imam Daraquthni dari sahabat Ibnu Abbas, Nabi Saw bersabda: "Idza harrama syai'an harrama tsamanahu" artinya: Jika sesuatu telah diharamkan, maka harga atau jual belinya juga haram.Untuk itu dirinya mengimbau umat Islam harus mengedepankan cara berpikir yang mendatangkan finansial secara halal dan barakah, serta menjauhi pola berpikir menghalalkan yang haram, yang bisa membuat umat Islam akan kehilangan keberkahan di dalam kehidupannya.Dalam Surat Al Nahl ayat 116 dan 117 Allah Swt berfirman: "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut oleh lidahmu secara dusta ini halal dan ini haram untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah SWT.Sesungguhnya orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah swt tiadalah beruntung, itu adalah kesenangan yang sedikit dan bagi mereka adzab yang pedih.Maka dari itu, katanya, semua pihak dan masyarakat luas harus lebih berhati-hati jangan sampai menghalalkan yang haram karena ingin memperoleh sedikit finansial dan kesenangan duniawiyah, karena adzab Allah SWT sangat pedih bagi yang berperilaku demikian.Sumber Baerita:

Polemik Ekspor Ganja, Dosen Pascasarjana IAIN Langsa: Mau Dikemas Seperti Apa pun Ganja Tetap Haram https://aceh.tribunnews.com/2020/02/04/polemik-ekspor-ganja-dosen-pascasarjana-iain-langsa-mau-dikemas-seperti-apa-pun-ganja-tetap-haram


Rabu, 5 Februari 2020

Dr H Zulkarnain MA: Mau Dikemas Seperti Apapun Ganja Tetap Haram

Selasa, 4 Februari 2020 16:53Dikutip dari SERAMBINEWS.COMSERAMBINEWS.COM, LANGSA - Dosen Hukum Keluarga Islam di Asia Tenggara dan Dosen Qanun, Syari'ah di Dunia Islam Pascasarjana IAIN Langsa Dr H Zulkarnain MA, menegaskan bahwa haram mengekspor ganja, dan tidak ada suatu hal atau alasan untuk pembenarannya.Hal itu disampaikan Dosen Hadist Ahkam ini menyikapi isu ekspor ganja sepekan terakhir ini yang dilontarkan ke publik oleh anggota DPR asal Aceh Rafli.Menurut Dr H Zulkarnain MA, haramnya ganja adalah haram 'ainnya atau haram pada zatnya. Sehingga mau dikemas seperti apapun ganja itu tetap haram.Mau disuling dijadikan minyak ganja tetap haram, mau dibuat dalam bentuk ekstrak juga haram.Sesuai hadits Nabi Muhammad saw riwayat jama'ah dari Abdullah Ibnu Umar: Kullu muskirin khamrun wa kullu muskirin haraamun (semua yang memabukkan adalah khamar dan semua yang memabukkan adalah haram), maka ganja adalah haram karena termasuk jenis khamar yang memabukkan.Selain itu, dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah dari sahabat Ubadah bin Shamit, Nabi Saw bersabda: "Sungguh bakal ada segolongan dari umatku yang menghalalkan khamar dengan nama lain yang mereka menggunakannya.""Nah, upaya tipu daya untuk menghalalkan khamar seperti ganja yang haram secara syar'i ini sudah diprediksi oleh Nabi SAW sejak lebih dari 1.400 tahun yang silam," sebutnya.Oleh karenanya, sambung mantan Ketua MPU Kota Langsa ini, umat Islam dan masyarakat Aceh pada umumnya jangan terperdaya oleh berbagai tawaran untuk menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor, yang seolah-olah menjanjikan keuntungan finansial yang luar biasa.Yang penting untuk diingat bahwa jual beli khamar (ganja), telah diharamkan oleh Nabi SAW dalam hadits riwayat Imam Al Bukhari dari Aisyah istri Nabi Saw dimana Nabi Saw bersabda: "Hurrimat Al Tijaratu fi al khamri" artinya telah diharamkan perdagangan khamar.(ganja)," sebutnya.Dr H Zulkarnin MA yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Langsa ini menerangkan lagi, di dalam hadits yang lain, riwayat Imam Daraquthni dari sahabat Ibnu Abbas, Nabi Saw bersabda: "Idza harrama syai'an harrama tsamanahu" artinya: Jika sesuatu telah diharamkan, maka harga atau jual belinya juga haram.Untuk itu dirinya mengimbau umat Islam harus mengedepankan cara berpikir yang mendatangkan finansial secara halal dan barakah, serta menjauhi pola berpikir menghalalkan yang haram, yang bisa membuat umat Islam akan kehilangan keberkahan di dalam kehidupannya.Dalam Surat Al Nahl ayat 116 dan 117 Allah Swt berfirman: "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut oleh lidahmu secara dusta ini halal dan ini haram untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah SWT.Sesungguhnya orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah swt tiadalah beruntung, itu adalah kesenangan yang sedikit dan bagi mereka adzab yang pedih.Maka dari itu, katanya, semua pihak dan masyarakat luas harus lebih berhati-hati jangan sampai menghalalkan yang haram karena ingin memperoleh sedikit finansial dan kesenangan duniawiyah, karena adzab Allah SWT sangat pedih bagi yang berperilaku demikian.Sumber Baerita:

Polemik Ekspor Ganja, Dosen Pascasarjana IAIN Langsa: Mau Dikemas Seperti Apa pun Ganja Tetap Haram https://aceh.tribunnews.com/2020/02/04/polemik-ekspor-ganja-dosen-pascasarjana-iain-langsa-mau-dikemas-seperti-apa-pun-ganja-tetap-haram


Kamis, 2 Januari 2020

Kekuatan Media Dalam Upaya P4GN

Pada era modern saat ini, kekuatan media massa atau media mainstream sangat besar. Media bukan hanya sebagai sumber informasi, namun juga sebagai alat kontrol sosial. Media bisa menjelma menjadi sebuah kekuatan besar untuk membongkar kasus kejahatan.
Melalui berita-berita investigasi para wartawan berhasil mengungkap kejahatan yang ditutupi kepada publik. Misalnya kasus korupsi, pelecehan seksual, pembunuhan, dan kasus penyelundupan narkotika.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menyadari betul keberadaan media massa dan media social adalah kekuatan dalam upaya menyukseskan Program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi Aceh. Oleh sebab itu, BNNP Aceh menjalin dan merawat hubungan kemitraan yang baik dengan para wartawan.
Dalam setiap rilis atau gelar perkara yang ditangani BNNP Aceh, media lokal, nasional, maupun internasional memberi ruang untuk memberitakan. Meski sudut pandang pemberitaan berbeda-beda, namun bagi BNNP Aceh yang penting informasi sampai kepada publik.
Bukan hanya bicara penindakan. Selama ini media juga banyak mengangkat program-program lain seperti rehabilitasi, alternative development, dan sosialiasi antinarkoba. Dalam kontek ini, kami menilai BNNP Aceh dan media memiliki misi yang sama yakni melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Begitu juga dengan media sosail seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan media sosial lainnya merupakan wadah dalam kita melakukan kampanye bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, yang dapat langsung dibaca oleh publik. Kita memanfaatkan media sosial dalam menyampaikan pesan bahaya narkoba.
Sebagaimana saat ini semua masyarakat dapat mengakses media-media sosail dengan mudah. Media menjadi penyambung lidah BNNP Aceh kepada publik. Media adalah teman jihad BNNP Aceh dalam berperang melawan peredaran geap narkoba.
Sebagai rujukan informasi publik, jangkauan media lebih luas hingga ke berbagai pelosok desa, sedangkan daya jangkau tim BNNP Aceh terbatas. Oleh karena itu, pemanfaatan media untuk menyebar informasi dan pesan BNNP Aceh sangat strategis.
Sarana edukasi
Ada satu tugas besar yang diemban kepada media massa, yakni menjadi sarana edukasi bagi publik. Bagaimana media massa menyajikan konten yang sarat nilai edukasi, itu menjadi tantangan sendiri bagi media.
Terkadang pembaca lebih tertarik pada berita yang heboh dan bombamtis, meski nihil nilai edukasi. Sementara pada konten yang sarat nilai edukasi diabaikan karena dianggap tidak menarik. Kemampuan media menurunkan konten edukasi dengan cara yang kreatif akan menentukan ketertarikan pembaca.
BNNP Aceh berharap selain tentang kasus penindakan, media massa juga memperbanyak konten edukasi tentang bahaya narkoba sehingga pembaca termotivasi untuk melawan penyahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Ke depan, dialog interaktif melalui televisi, radio, dan dialog warung kopi tentang edukasi antinarkoba diperbanyak. Sinergi yang terbangun harus diperkuat agar visi besar melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tercapai
Oleh : Khairul Fuad, SKM
Humas dan Protokol BNNP Aceh




Kamis, 2 Januari 2020

Kekuatan Media Dalam Upaya P4GN

Pada era modern saat ini, kekuatan media massa atau media mainstream sangat besar. Media bukan hanya sebagai sumber informasi, namun juga sebagai alat kontrol sosial. Media bisa menjelma menjadi sebuah kekuatan besar untuk membongkar kasus kejahatan.
Melalui berita-berita investigasi para wartawan berhasil mengungkap kejahatan yang ditutupi kepada publik. Misalnya kasus korupsi, pelecehan seksual, pembunuhan, dan kasus penyelundupan narkotika.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menyadari betul keberadaan media massa dan media social adalah kekuatan dalam upaya menyukseskan Program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi Aceh. Oleh sebab itu, BNNP Aceh menjalin dan merawat hubungan kemitraan yang baik dengan para wartawan.
Dalam setiap rilis atau gelar perkara yang ditangani BNNP Aceh, media lokal, nasional, maupun internasional memberi ruang untuk memberitakan. Meski sudut pandang pemberitaan berbeda-beda, namun bagi BNNP Aceh yang penting informasi sampai kepada publik.
Bukan hanya bicara penindakan. Selama ini media juga banyak mengangkat program-program lain seperti rehabilitasi, alternative development, dan sosialiasi antinarkoba. Dalam kontek ini, kami menilai BNNP Aceh dan media memiliki misi yang sama yakni melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Begitu juga dengan media sosail seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan media sosial lainnya merupakan wadah dalam kita melakukan kampanye bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, yang dapat langsung dibaca oleh publik. Kita memanfaatkan media sosial dalam menyampaikan pesan bahaya narkoba.
Sebagaimana saat ini semua masyarakat dapat mengakses media-media sosail dengan mudah. Media menjadi penyambung lidah BNNP Aceh kepada publik. Media adalah teman jihad BNNP Aceh dalam berperang melawan peredaran geap narkoba.
Sebagai rujukan informasi publik, jangkauan media lebih luas hingga ke berbagai pelosok desa, sedangkan daya jangkau tim BNNP Aceh terbatas. Oleh karena itu, pemanfaatan media untuk menyebar informasi dan pesan BNNP Aceh sangat strategis.
Sarana edukasi
Ada satu tugas besar yang diemban kepada media massa, yakni menjadi sarana edukasi bagi publik. Bagaimana media massa menyajikan konten yang sarat nilai edukasi, itu menjadi tantangan sendiri bagi media.
Terkadang pembaca lebih tertarik pada berita yang heboh dan bombamtis, meski nihil nilai edukasi. Sementara pada konten yang sarat nilai edukasi diabaikan karena dianggap tidak menarik. Kemampuan media menurunkan konten edukasi dengan cara yang kreatif akan menentukan ketertarikan pembaca.
BNNP Aceh berharap selain tentang kasus penindakan, media massa juga memperbanyak konten edukasi tentang bahaya narkoba sehingga pembaca termotivasi untuk melawan penyahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Ke depan, dialog interaktif melalui televisi, radio, dan dialog warung kopi tentang edukasi antinarkoba diperbanyak. Sinergi yang terbangun harus diperkuat agar visi besar melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tercapai
Oleh : Khairul Fuad, SKM
Humas dan Protokol BNNP Aceh


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP ACEH

162

Total Kasus Narkoba

188

Total Tersangka Kasus Narkoba

330

Total Pasien Penyalahgunaan

2,271

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

178,028

Jumlah Sebaran Informasi